Di Magelang Knalpot Racing Aman Dari Tilangan!! Tidak!!

Gaes, beberapa wakatu lalu sempat heboh seorang anggota polisi di tilang oleh warga sipil karna motornya menggunakan knalpot racing. Pasti dalam hati kalian bertanya-tanya?? Loh kok bisa?? Beneran di tilang polisinya?? 

Tidak, itulah jawaban dari pertanyaan kalian gaes.
Kok bisa ndak di tilang??? Biasanya kalau kita warga sipil yang pakai di tilang!! 
Ya entahlah, mungkin video berikut bisa menjelaskan kenapa anggota polisi yang memakai knalpot racing tidak di tilang, monggoh simak video penjelasan dari KAPOLRES MAGELANG 
Dari video di atas kalau dari kacamata saya,  pihak kepolisian beserta DISHUB hanya mengecek emisi kendaraan, bukan mengecek kebisingan knalpot racing yang terpasang di sepeda motor milik anggotanya. Seharusnya yang di cek adalah KEBISINGAN SUARA YANG DI HASILKAN KNALPOT SEPEDA MOTOR. Dan sudah seharusnya pula anggota polisi tersebut di TILANG. 

Nih saya lampirin UU-nya:

  • Pertama  

Pasal 285 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Isi lengkap Pasal 285 UU Lalu Lintas:
Setiap orang yang mengemudikan Sepeda Motor di jalan yang tidak memenuhi persyaratan teknis dan laik jalan yang meliputi kaca spion, klakson, lampu utama, lampu rem, lampu penunjuk arah, alat pemantul cahaya, alat pengukur kecepatan, knalpot, dan kedalaman alur ban sebagaimana dimaksud dalam Pasal 106 ayat (3) juncto Pasal 48 ayat (2) dan ayat (3) dipidana dengan pidana kurungan paling lama 1 (satu) bulan atau denda paling banyak Rp250.000,00 (dua ratus lima puluh ribu rupiah).
  • Kedua

Pasal 48, ayat 3b, Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2009 Tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Undang-undang ini mengacu pada Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup No. 7 tahun 2009 tentang Ambang Batas Kebisingan Kendaraan Bermotor Tipe Baru pada lampiran kedua. Setiap kendaraan bermotor tipe L (roda dua) yang ber cc kurang dari 175 CC standar kebisingannya 80 desibel. Sedangkan bagi motor yang ber cc lebih dari 175 CC standar kebisingannya 83 desibel.

Pernah sekali saya di tilang karna knalpot racing walaupun knalpot yang saya pakai ga bising banget, terasa adem di telinga dan di dada namun tetep saja saya di tilang dengan pasal yang pertama. Akhirnya saya putuskan untuk melepasnya dan mengganti dengan yang standar bawaan dari pabrik.
Gantung knalpot gaes.

Kedepannya saya berharap ada regulasi baru yang melegalkan knalpot racing untuk di pakai harian asalkan suara yang di hasilkan masih dalam batas yang di tetepkan UU. Dan saya sangat berharap pihak kepolisian bersedia menyediakan alat dan sop untuk mengecek seberapa bising suara knalpot yang di hasilkan. Kalau sudah ada alat dan prosedur yang sesuai dalam pengukuran kebisingan knalpot, saya berharap semua pengendara sepeda motor yang menggunakan knalpot racing bisa sadar. Jika salah di tilang yo manut ojo nyocot bae.

Sekian salam penikmat suara knalpot racing. Brum brum brum.

Comments

Popular Posts